![]() Professional Web Designer / Web Development! |
Bedah Mata Lasik untuk Mengobati Mata Rabun
Kesehatan - Apakah Anda berani mengambil resiko melompat dari pesawat terbang dengan menggunakan parasut? Tanya saya pada seorang pasien, dia baru saja meminta saya menyingkirkan kacamatanya dan mengoreksi penglihatannya melalui bedah LASIK atau laser-assisted in situ keratomileusis (salah satu metode koreksi kelainan refraksi untuk rabun dekat, rabun jauh, dan silinder).
Berjuta-juta warga Amerika Utara melakukan prosedur tersebut dan puas dengan hasilnya. Namun saat ini Food and Drug Administration (FDA) menginginkan adanya peringatan keras pada materi informasi untuk pasien tentang efek komplikasi.
Masalahnya persis sama dengan parasut yang gagal membuka, bisa saja terjadi komplikasi pembedahan yang merugikan.
Bedah LASIK secara permanen mengubah bentuk kelengkungan kornea mata, selaput bening yang terletak paling depan dari bola mata dan tembus pandang. Sebuah piranti laser digunakan untuk membuat irisan flap (lapisan) pada kornea mata dan menyisakan sebagian flap yang masih menempel di ujung kornea.
Kemudian komputer laser menguapkan jaringan yang berada di bawah flap lantas flap dikembalikan pada posisi semula. Hasil yang memuaskan tentu sangat menarik, siapa yang tidak menyukai penglihatan yang lebih baik tanpa menggunakan contact lens maupun kaca-mata.
Namun begitu banyak tulisan mengenai manfaat-manfaat bedah LASIK yang akan lebih bijaksana bagi calon pasien untuk menyadari potensi resikonya.
Setelah pembedahan, flap yang telah diiris di kornea dan kemudian dikembalikan ke posisi asalnya, kemungkinan bisa bergeser, menyebabkan timbulnya masalah.
Kemungkinan juga akan terjadi infeksi kapan saja, di mana pun irisan tersebut di-buat pada tubuh. Ini mungkin memerlukan perawatan yang intensif dan mungkin akan mengakibatkan kehilangan penglihatan temporer atau bahkan kebutaan permanen.
Dan penting diingat bahwa piranti komputer laser mungkin tidak selalu melakukan apa yang seharusnya mereka lakukan.
Beberapa pasien menderita efek samping yang merusak kualitas penglihatan mereka sekalipun ketajaman penglihatannya telah ditingkatkan. Misalnya, walaupun tes penglihatan dengan eye chart (sebuah tes untuk mengukur ketajaman penglihatan) menunjukkan hasil yang bagus, beberapa pasien tetap tidak dapat melihat dalam kondisi cahaya dengan kekontrasan rendah, seperti saat mengemudi pada malam hari atau dalam kondisi berkabut.
Dalam satu studi, 41 persen pasien memiliki penglihatan yang baik di siang hari, namun beberapa mengalami kehilangan penglihatan di malam hari.
Di studi yang lain, orang-orang yang memiliki penglihatan jarak-pendek (short-sighted) yang menjalani bedah laser, 80 persen tidak dapat melihat tanda lalu lintas pada jarak 15 mobil, dan 40 persen tidak dapat melihat tanda lalu lintas pada jarak 4 mobil.
Hal ini mengkhawatirkan, seperti halnya seorang pengemudi yang mabuk. Namun dengan berjuta-juta orang yang menjalani bedah LASIK, perlu ditanyakan seberapa banyak perjalanan yang akan dilakukan pada malam hari.
Lebih dari itu, bedah laser tidak dapat menghentikan pertambahan usia, dan untuk ukuran usia kami, penglihatan pada malam hari tentu saja sudah mengalami penurunan. Ini menyebabkan pukulan telak (double-whammy).
Beberapa pasien pasca-operasi telah menderita masalah penurunan kualitas penglihatan seperti penglihatan ganda, atau mengeluhkan adanya semacam lingkaran cahaya yang menyilaukan pada penglihatannya.
Mungkin juga dapat terjadi tindakan yang kurang profesional atau perlakuan yang berlebihan pada pasien, menghasilkan penglihatan kurang dari 20/20.
Di satu studi, 36 persen dari mereka yang melakukan pembedahan pada kedua matanya masih memerlukan kacamata. Laporan yang lain menyatakan bahwa 2 persen dari 10 persen orang masih memerlukan kacamata setelah bedah LASIK.
Yang lainnya menderita sindrom mata kering. Di kasus ini, mata tidak mampu menghasilkan cukup air mata untuk menjaga agar mata tetap lembab. Ini tidak hanya menyebabkan kegelisahan, tetapi kadang-kadang juga mengalami kekaburan, dan hal ini dapat menjadi masalah permanen mengingat mata akan terus membutuhkan tetes mata secara reguler.
Lalu apa artinya semua ini? Kolom ini tidak sedang berniat menakut-nakuti orang yang ingin melakukan bedah LASIK. Ini lebih berupa ungkapan yang cukup bijaksana bagi pasien untuk mengikuti nasehat jaman Romawi yang telah terbukti keefektifannya dalam jangka waktu lama (time-tested), yaitu "silakan meneliti sebelum membeli" biarkan pembeli berhati-hati.
Hanya, Anda harus menjadi seorang pasien yang sepenuhnya memahami informasi sebelum menyetujui bedah LASIK. Dan seseorang yang mengatakan pada Anda bahwa tidak akan ada kom-plikasi, adalah seorang pendusta atau orang bodoh.
Keputusan bahkan lebih sulit ketika bedah LASIK dilakukan hanya untuk kenyamanan bukan karena kebutuhan, mengingat bahwa mayoritas kasus berakhir dengan hasil baik.
Masalahnya adalah, Anda tidak akan mengetahui kapan komplikasi langka akan terjadi. Adalah hari yang mengerikan ketika kehilangan penglihatan terjadi hanya karena Anda ingin menyingkirkan kacamata.
Maka Anda harus selalu bersedia menerima resiko ketika mempertimbangkan untuk melakukan bedah LASIK. Jangan lupa bahwa pada kesempatan langka, bahkan parasut yang sempurna pun dapat gagal membuka.
URL Arsip: http://arsip.info/08_11_13_011947.html
Untuk mengirim tanggapan anda harus mendaftar dulu di sini







[ 38.103.63.61 ]
Total Hits : 82.542.664
Month : 1.456.386 Hits