PELUANG USAHA DAN BISNIS ONLINE - USAHA KECIL POPULER 2012 - Gula Tidak Membuat Anak Menjadi Hiperaktif - Arsip.info adalah portal arsip artikel, berita, dan foto yang bermutu dan berkualitas dari sumber-sumber terpercaya.kesehatan, anak, kembarkesehatan, anak, kembarkesehatan, anak, kembarkesehatan, anak, kembarkesehatan, anak, kembarkesehatan, anak, kembarkesehatan, anak, kembarkesehatan, anak, kembar


Arsip > Kesehatan > Anak > Bayi >
Kamis Legi, 24 Maret 2011 - 21:22 WIB

Gula Tidak Membuat Anak Menjadi Hiperaktif

Kesehatan - Selama ini ada anggapan bahwa makanan manis atau yang banyak mengandung gula bisa membuat anak menjadi hiperaktif. Tapi ternyata anggapan tersebut salah dan tidak ada hubungan antara gula dengan hiperaktif.

Dokter anak dan ahli gizi mengungkapkan bahwa secara ilmiah belum ada bukti yang menunjukkan bahwa gula bisa membuat anak menjadi hiperaktif.

"Tidak ada studi yang menunjukkan bahwa gula dalam makanan bisa membuat anak-anak menjadi terlalu aktif atau membuatnya memiliki defisit perhatian," ujar Dr. Kleinman, profesor pediatrik dari Harvard Medical School di Boston, seperti dikutip dari Health.Ninemsn, Senin (14/3/2011).

Dalam semua studi yang dilakukan selama bertahun-tahun tidak ada hasil yang menunjukkan bahwa gula bisa menyebabkan anak menjadi hiperaktif. Karenanya Dr. Kelinman menuturkan bahwa gula bukanlah pelakunya tapi ada kemungkinan lingkungan yang mempengaruhi.

"Jika orangtua membawa anak ke tempat yang sepi seperti tempat ibadah maka anak akan duduk dengan tenang, tapi jika dibawa ke tempat yang ramai seperti taman akan membuatnya menjadi lebih aktif. Hal ini menunjukkan bahwa lingkungan dan tempat mempengaruhi aktivitas anak," ujarnya.

Gula dalam jumlah tertentu bisa memberikan manfaat bagi kesehatan anak salah satunya adalah membantu memberikan ketenangan untuk si kecil, serta memberinya energi untuk melakukan aktivitas.

Mengonsumsi gula memang diketahui dapat meningkatkan energi dalam jangka waktu pendek pada setiap orang, tapi kondisi ini tidaklah sama dengan hiperaktivitas atau menjadi hiperaktif.

Meski demikian bukan berarti anak-anak boleh mengonsumsi gula secara bebas, karena terlalu banyak mengonsumsi gula bisa meningkatkan risiko kerusakan gigi serta obesitas. Selain itu orangtua bisa mulai membiasakan si kecil untuk tidak terlalu banyak mengonsumsi gula dalam makanannya.

Sementara itu dalam penelitian terpisah diketahui bahwa zat pewarna makanan sintetik diketahui bisa menyebabkan anak-anak menjadi hiperaktif terutama pada anak yang memang sudah didiagnosis menderita gangguan hiperaktif.


Rabu Legi, 22 Pebruari 2012
Arsip Gateway
ID Member
Kata Sandi
Fitur Spesial
Polling Minggu Ini
Apakah anda pernah melakukan korupsi?
Sering sekali
Sering
Jarang
Tidak pernah

Download Arsip
Kalender Bulan Ini
M S S R K J S
      01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29
Arsip Masa Lalu

| Ketentuan | Tentang Kami | Hubungi Kami |
Copyright © 2006-2012, CV Intermedia Solusindo, Portal Peluang Usaha dan Bisnis Online
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang Republik Indonesia