Krisis Finansial Terjadi Karena Penerapan Sistem Bunga (sistem bunga krisis finansial krisis keuangan) Arsip.info adalah portal perpustakaan digital Indonesia yang berisi arsip artikel, berita, dan foto yang bermutu dan berkualitas dari sumber-sumber terpercaya.sistem bunga, krisis finansial, krisis keuangansistem bunga, krisis finansial, krisis keuangansistem bunga, krisis finansial, krisis keuangan


Arsip > Bisnis > Berita > Krisis > Finansial > Global >
Biro Jodoh Online
Get your soulmate! Temukan pasangan sehati-sejiwa anda di sini!
Rabu Kliwon, 29 Oktober 2008 - 05:31 WIB

Krisis Finansial Terjadi Karena Penerapan Sistem Bunga

Bisnis - Harun Yahya, seorang penulis terkenal asal Turki, mengemukakan pendapatnya bahwa krisis finansial global yang menimpa Amerika Serikat (AS) dan negara-negara maju di Eropa khususnya terjadi akibat sistem keuangan yang berdasarkan pada bunga.

"Penyebab utama pertama krisis finansial yang telah melanda seluruh dunia adalah penerapan sistem bunga," kata Harun Yahya, nama pena dari Adnan Oktar dalam surat elektroniknya yang diterima ANTARA di Jakarta, Sabtu.

Berdasarkan sistem itu yang tampaknya menarik, orang terdorong untuk menyimpan uangnya di bank-bank daripada untuk menanam modal atau usaha-usaha produktif, kata Adnan, seorang alim yang menghabiskan seluruh hidupnya untuk berdakwah tentang keberadaan dan keesaan Allah dan keluhuran akhlaq Alquran kepada masyarakat.

Kesulitan-kesulitan keuangan seperti biaya hidup mahal, inflasi atau keruntuhan ekonomi tak dapat dielakkan karena orang menyembunyikan uang mereka di bank, di brankas atau di bawah bantal, kata pria asal Turki itu.

Menurut dia, dalam krisis finansial global, produksi terhenti, ketiadaan arus uang dan uang disimpan di bank-bank untuk mendapatkan bunga menyebabkan ekonomi menuju keruntuhan.

"Penyebab utama kedua dari krisis ini adalah karena tidak percaya pada Allah. Dengan kata lain, orang lupa bahwa uang dan harta berasal dari Allah, takut akan masa depan dan tak pernah berfikir bahwa Allah Maha Pemberi sepanjang mereka mencari perlindungan-Nya," katanya.

Sejumlah orang berfikir bahwa uang dan harta yang mereka miliki merupakan kekuatan superior dan mengira uangnya akan melindungi dan menjamin masa depan mereka. Karena itu, mereka selalu hidup dalam kecemasan, kesusahan dan berusaha melakukan apapun untuk melindungi hartanya. "Tapi mereka lupa bahwa pertolongan datang dari Allah," katanya.

"Penyebab utama ketiga adalah sifat tamak dan kikir. Sebagian orang tamak dengan cara mengumpulkan harta dan uang dengan demi masa depan dan cinta pada harta benda," katanya.

Mereka tak mau membelanjakan uang yang dimilikinya dan bersedekah atau mengeluarkan zakat.

Harun Yahya mengatakan solusi atas krisis itu adalah berprilaku sesuai dengan nilai-nilai Alquran.

Ia mengatakan golongan kaya harus membantu yang miskin, dengan demikian golongan miskin memiliki daya beli.

"Bilamana produksi meningkat dan orang memilki daya beli, pabrik-pabrik akan beroperasi dan penjualan akan meningkat," ujarnya.

Menurut dia, pasar akan segera hidup dan uang yang disimpan di bank dan di bawah bantal yang sama sekali tak menguntungkan siapapun akan masuk pasar lagi.

"Yang miskin akan jadi kaya dan golongan kaya akan bertambah kaya," katanya.

Ia menegaskan bahwa tak ada keraguan inilah pemecahan satu-satunya dan cara yang paling logis untuk memecahkan krisis, dan sesuai dengan nilai-nila moral yang terkandung dalam Alquran.

Adnan yang memberikan perhatian khusus kepada teori evolusi mengatakan krisis ekonomi yang terjadi khususnya di Amerika dan negara-negara maju di Eropa telah dipandang beberapa media asing sebagai "keuangan dengan faham Darwinisme, kelangsungan hidup yang terkuat demi bank." Beberapa organ pers bahkan menyatakan bahwa "Darwninisme menguasai pasar" di negara-negara itu.

Diskrispsi itu berasal dari konsep "yang kuat menguasai yang lemah" merujuk kepada Teori Evolusi yang dimunculkan oleh kelompok tertentu untuk melawan fakta penciptaan dan ini diyakini sebagai sesuatu yang benar oleh para mahasiswa universitas secara luas.

"Adalah kesalahan besar dan tragedi bila gagasan yang kuat harus mengalahkan dan menghabisi yang lemah," demikian Adnan.

Sumber: Antara - URL Sumber: klik di sini
URL Arsip: http://arsip.info/08_10_29_053140.html

 

[ Kirim Tanggapan Atas Artikel Ini ]
Untuk mengirim tanggapan anda harus mendaftar dulu di sini

Selasa Wage, 06 Januari 2009
Arsip Gateway
ID Member
Kata Sandi
Fitur Spesial
Polling Minggu Ini
Apakah anda pernah melakukan korupsi?
Sering sekali
Sering
Jarang
Tidak pernah

Download Arsip
Kalender Bulan Ini
M S S R K J S
        01 02 03
04 05 06 07 08 09 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30 31
Arsip Masa Lalu

Online Statistics

Real IP Address   User IP Address
Your IP   [ 38.103.63.61 ]

Web Statistics  Realtime Statistics
Total Hits   Total Hits : 82.512.138
Total Hits for This Month   Month : 1.425.846 Hits
Total Hits for Today   Today : 129.861 Hits
Number of Online Users   Online : 339 Users

Server Statistics  Server Performance
Average Load   Average Load: 0.32 ms
Server Uptime   Uptime: 99.6%
Condition   Status: Good

| Ketentuan | Tentang Kami | Hubungi Kami |
Copyright © 2006-2007, Arsip.Info, Jogjakarta, Indonesia
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang Republik Indonesia